1. Antena Grid
Antenna Grid adalah antena satu arah dan cocok digunakan untuk client
ataupun jaringan
point to point. Antenna ini berfungsi menangkap dan memperkuat sinyal jaringan tersebut.
Pancaran antena ini lebih fokus
pada titik tertentu sesuai pemasangannya.
Komponen
penyusun antenna grid :
a. Reflector (bagian
belakang antenna) :
pemantul sinyal, dengan
panjang fisik lebih panjang
dari driven. Panjang biasanya adalah 0,55 λ (panjang
gelombang).
b. Pole
c. Jumper : menghubungkan antenna dengan radio.
Antenna Grid ada 2 macam yaitu dengan frekuensi 5,8
Ghz dan 2,4 Ghz. (perbedaan terdapat
pada polenya).
Frekuensi 5,8 Ghz Frekuensi 2,4 Ghz
Pola radiasi antena Grid
Fungsi antena Grid
Memperkuat dan mengarahkan sinyal wifi untuk melakukan koneksi point to pont atau
point to multipoint. selain itu juga menerima dan mengirim sinyal dengan data dengan
gelombang radio 2,4 Mhz.
Polarisasi antena Grid
- Posisi vertikal : polarisasi penyebaran sinyal / gelombang dipancarkan lebih rapat
dan sempit dengan jangkauan yang lebih jauh.
::: Kelebihan : jangkauan jauh
::: Kekurangan : beam sangat kecil sehingga saat pointing harus pas.
- Posisi horizontal : polarisasi penyebaran sinyal / gelombang dipancarkan lebih lebar
dengan jangkauan yang lebih pendek.
::: Kelebihan : beam nya besar sehingga tidak sulit saat pointing.
::: Kekurangan : mudah terkena interfensi dan jangkauan pendek.
Contoh penerapan : RT / RW net, WAN P2P (point to point), warnet dll.
2. Antena Omni
Antena Omni berbentuk seperti tongkat tapi kecil. Cakupan antena ini menyebar ke
semua lingkaran. Antena ini mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360° tegak
lurus ke atas.
Fungsi antena Omni :
Melayani converage area yang luas tetapi dalam jangkauan yang pendek. Karena antena omni
menjangkau area yang luas, kemungkinan akan terkumpul sinyal yang tidak diinginkan. Maka,
antena omni menyebabkan interferensi. Tetapi antena ini cocok untuk koneksi hotspot atau
sistem point to multipoint (satu titik ke banyak titik).
Polarisasi antena Omni :
- Horizontal : memiliki sudut yang sangat baik (hingga 360°)
- Vertikal : kurang baik karena hanya 32°, jadi ketika antena dipasang di ketinggian 10 meter
maka titik di bawah antena tidak mendapatkan sinyal atau blankspot. Berbeda jika antena
diletakkan di ruang luas maka orang yang ada disekitarnya akan mendapat sinyal yang kuat.
Contoh penerapannya :
Digunakan pada radio-radio, jika digunakan pada jaringan WAN menggunakan tipe
konfigunasi P2MP (point to multipoint).
a. Antena Omnidirectional
Antena ini memiliki pola pemancaran sinyal ke segala arah dengan daya yang sama, untuk
menghasilkan cakupan yang luas, antena dengan sistem yang memancar secara sama
salam satu pesawat dengan pola arahan bidang tegak lurus. Antena ni hanya memberi
pancaran sinyal di sekelilingnya (360°)
Antena Omnidirectional
Pola Radiasi Antena Omnidirectional
b. Antenna Omni
Slotted Maveguide
Adalah salah satu antena omnidirectional untuk memancarkan sinyal wireless LAN 24 Ghz,
dengan polarisasi horizontal memiliki kemampuan sangat bagus dan mampu meningkatkan
jangkauan yang lebih jauh.
Antenna Omni Slotted Maveguide
3. Antena Sektoral
Antena sektoral hampir sama dengan antena omnidirectional, yang di gunakan untuk access
point to serve a point-point-to-multipoint (P2MP) links. Dapat menampung hingga 5 client.
Antena ini ada yang vertikal dan horizontal. Pola pancaran horizontal kebanyakan
memancar ke arah antena ini diarahkan sesuai jangkauan dari sudut pancarnya, sedangkan
bagian belakang antena tidak memiliki sinyal pancaran.
Antena Sektoral
Pola Radiasi Antena Sektoral
Polarisasi antena sektoral :
- Horizontal : sudutnya sebesar 120°
- Vertikal : sekitar 32°, tapi karena antena ini dapat diubah kemiringannya sehingga dapat
mengcover area yang ada di bawahnya dan tidak terdapat blankspot.
Contoh penerapannya :
Radio microwave (pemampatan sinyal dalam sebuah tabung dan dikeluarkan melalui
slot-slotnya, sehingga memiliki tingkat efisiensi sangat tinggi dan mampu menghasilkan
sinyal yang sangat bagus).
Antena Grid
Antena ini
merupakan salah satu antena wifi yang populer,sudut pola pancaran antena
ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya.
komponen penyusunya yaitu :
1. reflektor
2. pole
3. jumper, fungsinya menghubungkan antena dengan radio.
antena grid ada 2 macam dengan frekunsi yangberbeda yaitu 5,8 Ghz dan 2,4 Ghz
perbedaan terdapat pada polenya.
Antena Directional
Antena jenis ini merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu
punya sudut pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya
jauh dan tidak bisa menjangkau area yang luas, antena directional
mengirim dan menerima sinyal radio hanya pada satu arah, umumnya pada
fokus yang sangat sempit, dan biasanya digunakan untuk koneksi point to
point, atau multiple point, macam antena direktional seperti antena
grid, dish “parabolic”, yagi, dan antena sectoral.
 |
| Contoh Antena Directional |